Bahagia Dalam Hidup


Sering kita mendengar ucapan “ Semoga bahagia …….  “  pada beberapa peristiwa penting  misalnya pada perayaan ulang tahun, pada acara pertunangan, pernikahan  atau peristiwa penting lainnya. Lalu seperti apa yang dimaksu dengan bahagia dalam kehidupan seseorang ? Apakah orang yang kaya raya dalam hidupnya dikatakan bahagia ? Apakah orang yang mempunyai jabatan tinggi dihormati orang banyak dikatakan bahagia ? Ternyata harta, kedudukan, pangkat dan derajat tidak manjadi jaminan seseorang hidupnya bahagia. Orang dikatakan bahagia dalam hidupnya jika sedikitnya ada lima perilaku yang tertanam dalam kehidupannya sehari-hari.

Pertama, orang tersebut ikhlas dalam hidupnya. Mensyukuri apa yang diperoleh dari setiap usahanya. Mensyukuri takdir yang ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa. Hidupnya selalu merasa lega dan penuh kenikmatan.

Kedua, suka berderma, mamberikan jamuan bagi orang yang membutuhkan. Kalau ada rejeki lebih selalu timbul keinginan bersedekah. Berbagi kesenangan dengan orang lain, suka menolong orang yang membutuhkan pertolongan.

Ketiga, suka bersilaturahmi, bertemu dengan banyak orang. Menyambung tali persaudaraan yang dirasakan renggang atau bahkan putus dengan saudara maupun teman. Dengan senang hati menghadiri setiap undangan.

Keempat, tidak pernah berprasangka buruk terhadap orang lain seperti mencurigai sesama teman, membicarakan kekurangan orang lain, menghasut, memfitnah, dsb. Jika ada orang yang sedang membicarakan kejelekan orang berusaha mengingatkan dan menghentikan tidak malah membesar-besarkan. Tutur kata dan perbuatannya tidak pernah menyakiti orang lain. Menghargai setiap pendapat orang lain.

Kelima, suka mengunjungi tempat-tempat dan orang-orang yang baik. Tempat yang baik adalah masjid bagi orang muslim, tempat pendidikan, pondok dan sebagainya. Adapun orang-orang yang baik adalah orang-orang yang dapat dijadikan panutan seperti para tokoh masyarakat, guru, kiyai, dsb. Berziarah kemakam para wali dengan tujuan yang benar adalah salah satunya.

CIRI-CIRI ORANG YANG BERHASIL DALAM PUASANYA


Betapa indahnya bulan suci Romadhon, khususnya bagi umat muslim. Romadhon 1432 H sudah hampir berakhir tentu kita berharap dapat bertemu dengan bulan Romadhon tahun depan. Bulan yang penuh berkah ini dapat dimanfaatkan untuk membersihkan dosa-dosa selama setahun sebelumnya. Alloh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah menghadirkan satu bulan yang penuh ampunan ini, sekarang tinggal manusianya mau memanfaatkan bulan Romadhon ini dengan sebaik-baiknya atau tidak. Jika kita mau memanfaatkan dengan baik tentu akan merasakan hasilnya yang dicerminkan dengan ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Taukhidnya semakin tebal. Kepercayaan kita akan keesaan Alloh semakin tebal. Kita yakin bahwa semua yang terjadi di alam semesta ini atas seijin Alloh SWT. Mulai dari jatuhnya sehelai daun dari rantingnya sampai pada perputaran planet ruang angkasa raya, tidak ada satupun yang tidak seijin-Nya.
  2. Akhlaknya semakin baik. Orang yang berhasil puasanya akan tercermin dari perilaku yang semakin baik. Bicaranya bertambah baik, tindak-tanduknya semakin santun, menghormati orang lain serta menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat.
  3. Semangat untuk menuntut ilmu lebih tinggi. Orang yang berhasil puasanya akan lebih semangat untuk mencari ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi agama, negara dan masyarakat. Ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Giat berjuang untuk mengentaskan kebodohan dan kemiskinan dengan ilmu-ilmu yang dimiliki.
  4. Meningkatnya  kecintaan pada masjid. Suka datang ke masjid untuk sholat berjamaah, mengaji atau mengajari ngaji para santri dengan iklas, suka mendermakan hartanya untuk kepentingan masjid dan menjaga kelestarian masjid.
  5. Meningkatnya persahabatan yang semakin luas. Tidak membedakan teman yang satu dengan yang lainnya. Semua teman dihormati dan suka mengajak teman untuk menjadi orang yang baik, suka memberi petuah  tanpa membuat orang lain tersinggung, tersakiti atau dipermalukan. Dengan demikian akan banyak orang yang terpengaruh menjadi baik.

Semoga lima poin yang diuraikan diatas akan menjadi hasil dari pusas kita. Jika itu benar maka bumi negeri ini akan gemah ripah kerta raharja, adil makmur yang merata. Jauh dari kemunafikan dan keangkara murkaan seperti yang saat ini meraja lela dimana-mana.

Magelang, 26/08/11

Sebuah Pendapat Yang Berbeda


Ketika saya harus memutuskan untuk berhenti mengajar dan waktu itu bayangan akan menjadi seorang yang merdeka tanpa tekanan birokrasi dan aturan yang mengikat kebebasan pribadi ternyata setelah menjalani hari demi hari lama-lama terasa jenuh juga. Apalagi ketika seorang yang saya anggap guru mengatakan bahwa pada dasarnya kewajiban orang hidup itu salah satunya wajib bersedekah. Karena sedekah merupakan tabungan bekal di alam baka. Kalau orang punya harta banyak sampai batas yang ditentukan maka sedekah dapat berupa harta namun bila tidak punya harta tetapi punya tenaga maka sedekah bisa berupa tenaga yang diperbantukan dengan ikhlas. Jika kita punya ilmu yang bermanfaat maka membagi ilmu kepada orang lain itu juga merupakan sedekah yang nilainya sangat tinggi untuk bekal di hari nanti. Saya tersentak dan mengambil kesimpulan bahwa keputusan saya selama ini adalah tidak benar. Orang belajar tidak boleh berbatas waktu dan begitu pula orang mengajar juga tidak boleh berbatas waktu kalau kita mau menjadi orang yang gemar menabung.

Permasalahannya saya sekarang sudah tidak punya komunitas lagi untuk melakukan pengajaran. Ketika saya bertanya seperti itu maka guru memberi jawaban bahwa membagi ilmu tidak harus dikelas, membagi ilmu tidak harus kepada murid tetapi membagi ilmu bisa dimana saja dan untuk siapa saja. Memang membagi ilmu sebaiknya di satu komunitas tertentu agar mengetahui ilmu yang dibagikan bermanfaat atau tidak bagi komunitasnya dan bagi masyarakat luas.

Dari pendapat yang berbeda dengan pendapat saya yang saya tulis di artikel sebelumnya maka saya rasan-rasan bagaimana kalau saya mengajar lagi, punya komunitas yang jelas lagi sehingga ilmu yang saya ajarkan bermanfaat bagi komunitas saya dan masyarakat secara luas. Ya tentunya degan syarat ikhlas dan ikhlas. Itulah pendapat yang berbeda dari tulisan saya sebelumnya yang berkeinginan untuk berhenti mendermakan ilmu saya.

Sebuah Keputusan


Rasanya sulit saya menceritakan semua ini, namun itulah yang telah terjadi. Mungkin bagi rekan-rekan seprofesi yang belum tahu persis tentang saya akan heran dan memberikan penilaian yang bukan-bukan, saya tidak bisa melarang hak mereka untuk berpendapat apapun. Namun pada intinya bahwa saya terjun kedunia pendidikan ini sudah mempunyai target berbatas waktu, jadi sejak saya masuk, bergabung dan belajar dengan sesama dosen dan teman-teman lain dikampus sekitar tahun 2004 yang lalu, saya sudah merencanakan nanti pada usia saya mencapai 55 tahun saya akan melepasakan diri dari aktivitas mengajar dan saya akan menikmati hari tua saya dengan bebas dan santai tanpa terikat oleh aturan birokrasi lagi. Rencana itu telah saya lalui dan ditahun 2011 usia saya genap 55 tahun, untuk itu kalau saya saat ini harus meninggalkan kampus adalah hal yang biasa karena semua itu memang sudah sesuai rencana.

Selain itu istri dan anak saya yang baru saja lulus dari UII sudah sejak bulan Oktober 2010 pindah dan menetap di Magelang. Memang rencana awal cuma ingin benah-benah rumah yang habis dikontrak orang selama kurang labih 5 tahun, namun dari pada tidak ada kegiatan iseng-iseng istri saya buka usaha kecil-kecilan dan kerjasama dengan adik saya ternyata usahanya berkembang dan istri saya memutuskan untuk tidak kembali ke Surabaya karena sudah “enjoi” , senang dan menikmati kehidupan dikampung halaman asal kami berdua. Praktis sejak bulan Oktober pula saya harus hidup membujang bersama kedua anak saya dirumah Sidoarjo, dimana kedua anak saya tersebut juga sudah bekerja semua, sehingga praktis mereka sudah punya kesibukan sendiri-sendiri.

Oleh karena itu sesuai rencana diatas saya memutuskan untuk meninggalkan kampus tercinta ini dan kembali kekampung halaman bersama keluarga. Saya sangat mencintai kampus ini, saya sangat mencintai profesi yang selama ini saya jalani, saya tulus menciati semua teman-teman di kampus ini, saya sangat menyayangi mahasiswa saya, mereka seperti anak-anak saya sendiri, tetapi apapun perasaan saya dengan berat harus saya katakan bahwa saya tetap lebih mencintai  istri dan keluarga saya yang sudah menunggu dikampung halaman …… Magelang. Hal ini saya kira perasaan yang wajar bagi siapa saja.

Dan pada kesempatan ini saya hanya dapat menyampaiakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika selama ini banyak kesalahan yang saya perbuat, banyak mengecewakan anda semua. Yang jelas saya mengucapkan terimakasih atas kebaikan dan kepercayaan anda semua kepada saya. Saya berterimakasih, rekan kerja saya semua baik-baik, mahasiswa saya semua menyenangkan, tidak pernah ada kata kecewa, tidak pernah ada rasa jengkel atau menyakitkan, sehingga saya sangat senang bergabung dengan anda semua. Teruskan perjuangan untuk membesarkan kampus ini, anda semua profesional saya yakin semua bisa sukses, saya pun akan selalu berdo’a agar kampus tercinta ini tetap berkembang menuju kesempurnaan.

Kemudian kepada seluruh mahasiswa khususnya jurusan teknik informatika, saya mengucapkan terimakasih atas keseriusan dan perhatian anda dalam menerima materi kuliah yang saya ajarkan. Manfaatkanlah ilmu yang anda miliki untuk kepentingan umum, untuk masyarakat luas meskipun hanya sedikit. Sedikit ilmu yang bermanfaat lebih baik dari pada segudang ilmu yang tidak ada gunanya bagi sesama. Maafkan saya bila selama ini ada kata atau perbuatan yang kurang berkenan.

Waktu perpisahan telah tiba namun saya tidak akan mengucapkan salam perpisahan karena dalam era informasi dan komunikasi ini dimana saja kita tetap akan bisa bertemu dan berkomunikasi, sehingga menurut saya tidak ada kata perpisahan itu. Email, blog, HP dan facebook saya tetap saya aktifkan.

Selamat berjuang kawan-kawan, sukses didepan anda …..

ADA APA DENGAN FACEBOOK ?


Saya benar-benar merasa kehilangan dengan tidak dapatnya mengakses facebook beberapa hari belakangan ini, sehingga muncul pertanyaan : Ada apa dengan komputer ini ? Setelah saya coba untuk mengakses beberapa web side ternyata tidak masalah, maka kesimpulan saya bahwa komputer tidak masalah sehingga muncul pertanyaan lagi : ada apa dengan jaringan internet yang saya gunakan atau dengan situs facebook sendiri ? Pertanyaan ini yang belum terjawab.

Mungkin ada pembaca yang mengalami hal yang sama dan sudah bisa mengatasi masalah ini mohon dapat berbagi pengalaman, terimakasih.

SATU LAGI PULAU TERLAMPAUI


Ibarat berlayar maka satu lagi pulau telah terlampaui. Sabtu 18 Desember 2010, anak kedua kami, Galang Prihadi Mahardhika, diwisuda di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Sebuah perjuangan yang panjang telah ditempuhnya dan kini ia berhak menyandang gelar Sarjana Komputer (SKom).

“Selamat anakku, tapi harus diingat bahwa ini bukan pelabuhan terakhir, didepan masih banyak pelabuhan-pelabuhan yang harus dilewati, dan tentunya dengan menyeberangi lautan-lautan dengan ombak yang tidak menentu…”

Galang & Papa

Galang Wisuda

BLOG MAHASISWA TELAH TERSEDIA


Sungguh suatu yang sangat membanggakan, kalau selama ini saya memimpikan adanya suatu media yang dapat digunakan untuk komunikasi antar mahasiswa yang praktis, mudah dan murah, sekarang mimpi itu sudah menjadi kenyataan dengan telah selesainya dibangun blog HIMATIKA ISTP. Saya masih ingat dahulu ketika masih duduk dibangku SMA, sekolah menyediakan fasilitas yang disebut “MADING” atau Majalah Dinding. Disana para siswa dapat membuat tulisan, gambar maupun foto-foto yang ditempel disebuah papan besar Mading tersebut untuk dapat dibaca dan dilihat oleh siswa yang lain. Siswa yang aktif berlomba-lomba untuk menulis atau membuat karya-karya lain berupa gambar, karikatur maupun foto-foto dan berharap dapat dipasang di Mading agar bisa dilihat siswa yang lain. Karya yang terpasang memberikan kepuasan tersendiri bagi pembuatnya.

Memang dengan hadirnya teknologi internet dan kemudahan untuk mengaksesnya maka bentuk Mading mulai tidak digunakan lagi dan bergeser ke model blog yang dapat digunakan untuk keperluan yang lebih luas. Oleh karena itu ide pembuatan blog ini sangat saya apresiasi lebih-lebih kalau sudah tersosialisasikan keseluruh mahasiswa. Tentunya kepada admin juga saya mengharapkan bisa menampung dan menampilkan tulisan-tulisan para mahasiswa yang dirasa cukup baik.

Selanjutnya marilah kita pelihara apa yang sudah dibuat oleh teman-teman kita dari HIMATIKA ISTP ini dengan berperan aktif, karena memelihara lebih sulit dari pada membuat. Kalau belum sempat menulis sempatkan dahulu melihat dialamat berikut ini :  http://himatikaistp.wordpress.com

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H


Selamat Hari Raya Idul Fitri

Dengan tibanya Hari yang Fitri ini saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya serta Mohon ma’af yang setulus-tulusnya atas segala kesalahan yang kami perbuat, semoga dihari-hari mendatang kita semua senantiasa dalam lindunganNya dan selalu dibimbing pada jalan yang benar. Amien.

Masa Perkuliahan Semester Ganjil


Senin 23 Agustus 2010 perkuliahan semester ganjil dimulai. Sejalan dengan itu materi kuliah Manjemen Umum mulai saya upload ke blog ini secara bertahap.  Bagi yang membutuhkan bisa download di tab Materi Kuliah.

Buku panduan yang saya pakai adalah berjudul MANAJEMEN,  Edisi 2,  Oleh : Dr. T. HANI HANDOKO, M.B.A , Penerbit : BPFE Yogyakarta.

Selain buku tersebut beberapa materi saya ambil dari hasil SUSPIM (Kursus Kepemimpinan) dan artikel-artikel manajemen di internet.

Demikian yang bisa saya sampaikan, maaf bila kurang berkenan dan terimakasih atas kunjungannya.

Maaf lama gak ngeblok


Berhubung ada sedikit trobel pada media akses dan banyaknya kegiatan darat maka sudah cukup lama gak ngeblok. Informasi terakhir tentang kemenangan kesebelasan  Spanyol  pun belum sempat dimuat.

Yah begitulah kira-kira…..sorry untuk semua……

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.